Menggunakan TikTok untuk Meningkatkan Keyakinan Anak Muda terhadap Vaksin
“Tenaga kesehatan dan ilmuwan termasuk sumber informasi kesehatan publik yang paling dipercaya, termasuk soal vaksin. Tapi, mereka sering nggak aktif di platform media sosial yang digunakan anak muda. Team Halo membawa suara para ahli langsung ke platform media sosial yang digunakan anak muda dan menjadi tempat misinformasi menyebar, seperti TikTok. Komunikasi kesehatan publik yang tradisional kadang terasa kaku dan sulit dipahami, terutama bagi anak muda. Video pendek dan menarik dari para Guides Team Halo mencerminkan kesukaan audiens muda kami pada konten yang keren dan autentik, dan benar-benar berhasil menarik perhatian mereka.” – Lisa Chau, Associate Director di Team Halo
Media sosial menjadi salah satu cara utama orang di seluruh dunia mendapatkan informasi (terbuka di tab baru). Agar bisa menjangkau orang di tempat mereka berada, konten kita perlu menarik dalam konteks online. Untuk membuat konten yang melibatkan audiens dan mendorong mereka mengubah sikap atau perilaku, angkat suara dan pengalaman audiens yang kamu tuju, sesuaikan konten dengan platform media sosial yang kamu gunakan, dan gunakan storytelling untuk menarik perhatian mereka.
Audiens sasaran kami, yaitu anak muda, makin banyak menggunakan TikTok sebagai platform media sosial pilihan mereka. Untuk membantu dokter kami membuat konten yang menarik, kami mengadakan sesi pelatihan bersama influencer media sosial yang berbagi praktik terbaik. Mereka memberikan tips seperti cara merekam video, membuat konten singkat, menggunakan subtitle dan hashtag, mengikuti tren, serta membalas video dan komentar orang secara langsung.



Mulai dari video penjelasan yang ceria hingga sesi tanya jawab langsung, para Guides Team Halo membuat video dengan gaya mereka sendiri untuk menonjolkan kepribadian masing-masing. Dalam sebuah video, Dr. Mazzella (terbuka di tab baru) memperlihatkan risiko tertular COVID-19 dibandingkan dengan risiko vaksinasi sambil berjalan dan menjaga keseimbangan di atas tali. Sementara itu, Dr. Siyab (terbuka di tab baru) membahas kenyataan pahit pandemi lewat penjelasan langsung dan video yang meluruskan mitos. Perpaduan humor, visual yang menarik, dan tren yang sedang naik daun—seperti menari mengikuti lagu pop viral—dengan pesan khusus tentang COVID-19 membantu mereka menyampaikan informasi yang menyelamatkan nyawa dengan cara yang lebih menarik. Kami mendorong para Guides untuk menggunakan cara yang cocok bagi mereka, tanpa menentukan tren tertentu yang harus diikuti, dan menampilkan kepribadian mereka yang autentik dalam komunikasi.
Team Halo telah menjangkau lebih dari 40 juta orang secara online dengan konten tentang COVID-19. Salah satu videonya bahkan meraih 16 juta penayangan organik! Di antara audiens sasaran kami yang berusia 18–24 tahun, sebuah studi brand lift mengindikasikan bahwa konten Team Halo meningkatkan kemungkinan mereka mau divaksinasi sebesar 12% dan keyakinan terhadap efektivitas vaksin sebesar 7%.
“Media sosial bisa membuat rentang perhatian orang jadi pendek. Jadi, kami tahu kami perlu mendorong para Guides untuk tampil sangat dinamis dan melakukan hal-hal yang bisa menarik perhatian orang. Para Guides kami sangat piawai dalam hal ini. Mereka membuat konten kreatif berdasarkan minat dan hal-hal yang mereka sukai, sekaligus menyoroti informasi penting dan akurat tentang COVID-19.” – Lisa
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara membuat konten media sosial yang menarik, unduh PDF di bawah ini.